← Kembali ke Blog

Rujak Teplak

Rujak Teplak
Rujak teplak merupakan rujak khas Tegal. Rujak teplak ini, terbuat dari beberapa jenis sayur mayur seperti kangkung, lembayung, daun ubi jalar, daun pepaya, daun singkong, tauge, jantung pisang, pare, dan timun yang direbus. Dari jenis sayuran yang dipakai untuk rujak teplak, mungkin hampir sama seperti rujak pecel khas Jawa bagian timur.

Yang membedakan disini adalah sambalnya. Kalo kebanyakan rujak pakai bumbu kacang sebagai sambel utama, rujak teplak justru pakai sambal yang disebut “sambel gaul”. Sambel gaul ini dibuat dari singkong yang direbus atau dikukus kemudian di uleni hingga halus. Setelah halus, singkong ini diletakkan dalam sebuah wadah yang kemudian dicampur dengan sambel dari cabe merah yang diulek dan ditambahi sedikit garam, terasi dan gula merah. Setelah dicampur rata, singkong dan sambal ini dicairkan dengan air matang hingga kental.

Penyajiannya dibungkus dengan daun pisang dengan cara di pincuk atau di takir sesuai selera, letakkan sayuran yang sudah direbus, siram dengan sambel gaul. Disebagian desa di daerah Tegal, banyak yang memanfaatkan rujak teplak ini sebagai lauk untuk sarapan pagi. Pedas tidaknya rujak teplak ini, bisa disesuaikan selera dan bergantung pada sambal dari cabe merah yang dicampurkan dengan ulenan singkong.

Seporsi rujak, seolah kurang nikmat kalau disajikan tanpa kerupuk. Untuk itu, kerupuk antor, opak atau kerupuk mie sering kali jadi sahabat baik yang harus selalu ada sewaktu menikmati rujak teplak ini.